check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Ambruk hingga Dicurangi? Pelatih Mesir Murka Usai Kalah Dramatis dari Argentina

Pelatih Tim Nasional Mesir, Hossam Hassan, meluapkan amarahnya setelah timnya disingkirkan secara dramatis oleh Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Ambruk hingga Dicurangi? Pelatih Mesir Murka Usai Kalah Dramatis dari Argentina
Ilustrasi Pelatih Messir, Hossam Hassan /abdyatimes

ATLANTA — Mesir harus menelan pil pahit kekalahan 2-3, meski sempat mengejutkan publik dengan memimpin dua gol tanpa balas terlebih dahulu.

Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir berlangsung di Stadion Atlanta (Mercedes-Benz Stadium) yang terletak di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Laga dramatis yang digelar pada hari Selasa, 7 Juli 2026.

Dalam konferensi pers pascapertandingan yang emosional, Hassan secara terbuka melayangkan tudingan keras kepada wasit asal Prancis, Francois Letexier, serta kubu Argentina.

Menurutnya, jalannya pertandingan tersebut jauh dari nilai-nilai fair play.

"Kami tidak melihat adanya rasa hormat atau fair play. Sebuah penalti dibatalkan dan insiden kedua yang seharusnya diperiksa untuk potensi penalti kami, bahkan tidak diperiksa sama sekali oleh VAR," ujar Hassan dengan nada kecewa.

Kekesalan Hassan semakin memuncak ketika membahas penganuliran gol kedua timnya yang dianggapnya janggal.

Ia menengarai adanya tekanan non-teknis yang memengaruhi keputusan pengadil lapangan hijau.

"Gol kedua kami terjadi secara luar biasa, entah karena alasan apa, dianulir. Tampaknya ada tekanan dari pihak Argentina terhadap wasit yang memicu hasil akhir seperti ini," tambahnya (7/6/2026).

Lebih jauh, legenda sepak bola Mesir ini melemparkan kritik spekulatif mengenai adanya perlakuan khusus agar tim besar seperti Argentina dan megabintang mereka, Lionel Messi, tetap melaju jauh di turnamen ini.

"Mungkin mereka ingin mempertahankan sang juara dunia di kompetisi ini? Mungkin mereka ingin Messi tetap berkompetisi? Dalam sepak bola, terkadang ada faktor eksternal yang melampaui aspek teknis. Juara dunia mendapatkan keuntungan dari dukungan di setiap level," semprot Hassan.

Saking kecewanya dengan kepemimpinan wasit dan sistem keadilan di Piala Dunia 2026, Hassan bahkan mengaku enggan untuk menyaksikan turnamen sepak bola terakbar ini lagi di masa mendatang.

"Hidup ini memang tidak adil. Dunia ini tidak adil. Oke, tapi mengapa tidak ada keadilan dalam olahraga? Saya tidak bisa menerima hasil ini dan cara segala sesuatunya berjalan dalam pertandingan ini," ucapnya lirih.

"Begitu saya kembali ke negara saya dan berada di rumah, saya tidak akan pernah menonton Piala Dunia lagi, karena tidak ada keadilan dalam kompetisi ini."

Kekalahan ini mengakhiri kejutan dan perjuangan gigih skuad Firaun di panggung dunia, sementara Argentina berhak melaju ke babak perempat final setelah melewati laga yang penuh dengan kontroversi tersebut.