Dapat Restu Mualem dan 18 DPC, Nurdiansyah Kandidat Terkuat Ketua Demokrat Aceh
Bursa calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh menjelang Musyawarah Daerah (Musda) semakin mengerucut. Nama drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes. kini menjadi kandidat terkuat setelah memperoleh dukungan dari 18 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat se-Aceh.
![]() |
| Nurdiansyah Alasta Calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh. Foto.ist |
BLANGPIDIE — Selain dukungan mayoritas DPC, Nurdiansyah juga mendapat dukungan terbuka dari Gubernur Aceh yang juga Ketua Umum Partai Aceh dan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), Muzakir Manaf (Mualem). Dukungan Mualem disampaikan langsung pada Rabu (08/07/2026) di Banda Aceh, menjadi sinyal politik yang cukup kuat.
Menurut Mualem, Nurdiansyah Alasta merupakan sosok yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, mampu membangun hubungan lintas elemen, serta mempunyai rekam jejak pengabdian yang konsisten bagi masyarakat Aceh.
"Jadi saya merasa perlu pemimpin Partai Demokrat Aceh yang mudah koordinasi dengan Pemerintah Aceh untuk melanjutkan realisasi setiap butir-butir MoU Helsinki serta mencapai kesejahteraan bagi masyarakat Aceh," ujar Mualem. Ia juga telah menyampaikan dukungannya secara tertulis sebagai bentuk apresiasi terhadap kapasitas dan kepemimpinan Nurdiansyah.
Mualem berharap sinergi antara Partai Demokrat dan Pemerintah Aceh dapat terus terjalin sebagaimana hubungan historis Demokrat dengan Aceh pada masa pemerintahan Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Di internal Partai Demokrat, dukungan terhadap Nurdiansyah terus menguat.
Sebanyak 18 dari 23 DPC Partai Demokrat di Aceh telah menyatakan dukungan agar politisi muda tersebut memimpin DPD Partai Demokrat Aceh pada periode mendatang. Dukungan mayoritas DPC itu menempatkan Nurdiansyah sebagai salah satu kandidat paling difavoritkan menjelang Musda.
Menanggapi dukungan tersebut, Nurdiansyah menyampaikan rasa syukur dan menganggap seluruh dukungan sebagai amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata. "Musda bukan sekadar kontestasi memilih ketua, tetapi momentum memperkuat konsolidasi, mempererat persaudaraan antar-kader, serta menyusun strategi untuk mengembalikan kejayaan Partai Demokrat di Aceh," kata Nurdiansyah.
Ia mengajak seluruh kader menjaga suasana yang sejuk, santun, dan mengedepankan nilai-nilai demokrasi dalam setiap prosesnya. Nurdiansyah Alasta sendiri bukan nama baru di dunia politik Aceh.
Politikus kelahiran Kisam Kute Pasir, Bambel, Aceh Tenggara, 22 Agustus 1984, itu merupakan seorang dokter hewan yang kemudian meniti karier di birokrasi sebelum terjun ke politik. Ia telah dipercaya masyarakat selama dua periode menjadi anggota DPRA dari Daerah Pemilihan Aceh 8 (Aceh Tenggara–Gayo Lues), yakni periode 2019–2024 dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029.
Saat ini, Nurdiansyah menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRA, Bendahara Fraksi Demokrat–PNA DPRA, serta Bendahara DPD Partai Demokrat Aceh. Pengalaman organisasi dan legislatif tersebut menjadi modal penting dalam memimpin partai berlambang Bintang Mercy di Aceh.
Meski dukungan politik terus mengalir, penetapan Ketua DPD Partai Demokrat Aceh tetap akan diputuskan melalui mekanisme Musda dan mendapat pengesahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Namun, dengan dukungan mayoritas DPC serta restu Mualem, peluang Nurdiansyah Alasta untuk memimpin Partai Demokrat Aceh dinilai semakin terbuka.(HK)

Posting Komentar