DPP IMM: 7 Rekomendasi Strategis untuk Demokrasi Bermutu di Tengah Krisis Kebangsaan
Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) menyelenggarakan Forum Kebangsaan bertajuk "Mencari Jalan Keluar Krisis Kebangsaan: Perspektif Ekonomi, Pendidikan, Keamanan, Geopolitik, dan Aktivisme" pada Selasa (7/7/2026). Forum yang berlangsung di Jakarta ini menjadi ruang dialog strategis untuk membahas tantangan bangsa.
![]() |
| Penyerahan Draft Rekomendasi Strategis DPP IMM Terhadap Krisis Kemanusiaan dari kiri ke kanan: Muh. Akmal Ahsan (Ketua DPP IMM Bidang Ristek), Riyan Betra Delza (Ketua Umum DPP IMM), Dr. Stepi Adriani (Pemerhati Intelegen dan Keamanan Nasional), Budiman Sudjatmiko (Kepala BP TASKIN) Amirullah, S.Pd.I., M.A (Wakil Dekan IV FKIP UHAMKA), M. Zaki Mubarak (Sekjend DPP IMM), Syahrul Ramadhan (Sekretaris DPP IMM Bidang Hubungan Luar Negeri), Jumartono (Ketua DPP IMM Bidang PJPT). Dok DPP IMM |
JAKARTA — Forum menghadirkan akademisi, praktisi, pengambil kebijakan, dan aktivis sebagai narasumber. Ketua Panitia, Muh. Akmal Ahsan, menjelaskan bahwa Indonesia menghadapi persoalan kompleks, dari kemiskinan, ketimpangan ekonomi, hingga perubahan geopolitik global. "Berbagai persoalan tersebut membutuhkan ruang dialog yang mampu mempertemukan berbagai perspektif sehingga lahir rekomendasi yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga dapat menjadi solusi nyata bagi pembangunan bangsa," ujarnya.
Lima narasumber memaparkan materi sesuai keahlian. Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, mengangkat transformasi ekonomi untuk memberantas kemiskinan, termasuk industrialisasi dan penguatan ekonomi desa. Dr. Stepi Adriani, pemerhati intelijen, membahas keamanan nasional dan human security.
Amirullah, Wakil Dekan IV FKIP UHAMKA, memaparkan peta jalan pendidikan nasional menghadapi krisis kebangsaan, fokus pada SDM inklusif. Direktur Eksekutif Cyrus Network, Hafizul Mizan, menyampaikan hasil survei persepsi publik terhadap institusi negara dan kondisi ekonomi. Akmal Ahsan menutup dengan tema aktivisme sebagai jalan keluar krisis kebangsaan.
Forum ini menghasilkan tujuh rekomendasi strategis. Pertama, Reformasi kelembagaan partai politik, pendekatan ini penting agar setia parpol tidak berjalan sebagai saluran hasrat kekuasaan bagi pemilik modal. Kedua, penguatan lembaga hukum dan HAM agar hukum tidak menjadi alat kekuasaan untuk menghukum pihak yang tidak sesuai kehendak penguasa. Ketiga, Memperjelas Arah Ekonomi Nasional, Cita cita ekonomi Pancasila yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto haruslah sampai ke dapur dapur keluarga dengan bahasa yang mudah dipahami.
Keempat, pengelolaan energi dan SDA berkeadilan, dengan penyelesaian konflik berbasis kepentingan rakyat lokal tanpa mengabaikan pembangunan berkelanjutan. Kelima, tata kelola pendidikan proporsional untuk membentuk kepribadian bangsa yang bermartabat. Keenam, kedaulatan informasi dan etika ruang siber, negara wajib menjamin kebebasan berekspresi daring tanpa menggunakan UU ITE secara represif.
Ketujuh, pemulihan kohesi sosial dan pengarusutamaan moderasi, negara harus hadir sebagai fasilitator dialog lintas kultural. Budiman Sudjatmiko menegaskan, "Kita akan menginap di rumah rakyat mengawal, hingga memberantas dua musuh saya, kemiskinan dan kebodohan." DPP IMM berharap forum ini melahirkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan generasi muda.

Posting Komentar