Harga Bahan Pokok di Abdya Cenderung Stabil, Hanya Beras SPHP Bergerak Turun
Pergerakan harga sembako di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada Selasa, 7 Juli 2026, menunjukkan pola yang relatif tenang. Berdasarkan data resmi GPR Aceh, mayoritas komoditas pangan bertahan di level yang sama dibandingkan hari sebelumnya, dengan satu pengecualian signifikan pada segmen beras bersubsidi. Kondisi ini mengindikasikan rantai pasokan yang cukup terjaga di tengah aktivitas pasar yang normal.
|
| Ilustrasi harga sembako lengkap di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya. |
BLANGPIDIE - Dari daftar harga sembako hari ini, perhatian utama tertuju pada harga beras hari ini yang mencatatkan pergerakan variatif. Beras SPHP tercatat mengalami penurunan harga dari Rp13.500 per kilogram menjadi Rp13.000 per kilogram, sebuah kabar baik bagi warga yang mengandalkan komoditas tersebut. Namun, beras medium non-SPHP justru mengalami kenaikan tipis dari Rp14.500 menjadi Rp15.000 per kilogram, sementara beras premium dan beras medium reguler tetap stabil di angka Rp16.500 dan Rp14.000 per kilogram.
Di sektor bumbu dapur, harga cabai di Aceh hari ini tidak menunjukkan perubahan berarti. Cabai rawit merah masih bertahan di level Rp60.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting dan cabai merah besar masing-masing berada di harga Rp45.000 dan Rp38.000 per kilogram. Stabilitas serupa juga terlihat pada harga minyak goreng hari ini, di mana minyak goreng kemasan dijual Rp25.000 per liter, minyak curah Rp18.000 per liter, dan Minyakita tetap di angka Rp20.000 per liter.
Komoditas protein hewani pun tak luput dari pantauan. Daging sapi murni masih menjadi barang termahal dalam daftar dengan harga Rp170.000 per kilogram, sementara daging ayam ras di posisi Rp37.500 per kilogram dan telur ayam ras Rp26.667 per kilogram. Harga ikan laut seperti ikan kembung dan ikan tongkol juga stagnan di angka Rp40.000 per kilogram, menandakan pasokan hasil tangkapan yang stabil di pesisir Abdya.
Sementara itu, komoditas lainnya seperti bawang merah dan bawang putih bonggol tidak bergerak dari harga Rp30.000 dan Rp40.000 per kilogram. Gula konsumsi, tepung terigu curah, dan garam konsumsi juga menunjukkan tren datar, masing-masing di angka Rp20.000, Rp10.000, dan Rp10.000 per kilogram. Data ini menegaskan bahwa tekanan inflasi dari sisi pangan di Abdya pada pekan pertama Juli ini cenderung minimal.
Kedelai biji kering impor sebagai bahan baku tempe dan tahu juga bertahan di harga Rp11.000 per kilogram, memberikan sedikit ruang napas bagi pelaku usaha mikro. Secara keseluruhan, pantauan yang merujuk pada pembaruan data resmi GPR Aceh ini menunjukkan bahwa dinamika harga sembako di Abdya lebih banyak diwarnai oleh penyesuaian pada segmen beras tertentu, bukan oleh lonjakan harga secara luas.
Dengan tidak adanya gejolak harga yang signifikan, daya beli masyarakat diperkirakan tetap terjaga dalam jangka pendek. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat faktor cuaca dan distribusi logistik kerap menjadi variabel pengganggu stabilitas harga di daerah kepulauan seperti Abdya.
Posting Komentar