check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Harga Beras SPHP di Abdya Turun, Cabai Merah Keriting Mulai Merangkak Naik

Pantauan harga sembako di Kabupaten Aceh Barat Daya pada Jumat (10/7/2026) menunjukkan dinamika yang beragam, dengan pergerakan signifikan terjadi pada segmen beras dan komoditas bumbu dapur. Berdasarkan data resmi GPR Aceh, harga beras SPHP tercatat mengalami penurunan tipis, sementara cabai merah keriting justru menunjukkan tren kenaikan yang perlu diwaspadai konsumen.

Dinamika Harga Beras di Abdya
Ilustrasi harga beras di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya.

BLANGPIDIE - Harga beras SPHP yang menjadi andalan program stabilisasi pangan pemerintah turun dari Rp13.000 per kilogram menjadi Rp12.800 per kilogram. Penurunan ini memberikan angin segar bagi warga Abdya yang selama ini mengandalkan daftar harga sembako hari ini untuk menyusun belanja bulanan, terutama bagi mereka yang kerap membeli harga beras 5kg dalam satu kali transaksi.

Di sisi lain, harga beras medium non SPHP justru mengalami kenaikan dari Rp15.000 menjadi Rp15.200 per kilogram. Kondisi ini menciptakan jurang harga yang semakin sempit antara beras medium non SPHP dengan beras premium yang masih bertahan di level Rp16.500 per kilogram, sehingga konsumen perlu lebih jeli saat membandingkan harga beras 1kg di warung dengan harga beras 10 kg di pasar tradisional.

Komoditas bumbu dapur mencatatkan pergerakan yang patut dicermati, di mana cabai merah keriting naik dari Rp45.000 menjadi Rp48.000 per kilogram. Kenaikan ini belum diikuti oleh cabai rawit merah yang tetap stabil di harga Rp65.000 per kilogram, sementara cabai merah besar masih bertahan di angka Rp38.000 per kilogram, menunjukkan pola kenaikan yang masih bersifat selektif pada jenis cabai tertentu.

Sementara itu, komoditas pangan strategis lainnya seperti daging sapi murni, daging ayam ras, dan telur ayam ras tercatat tidak mengalami perubahan harga. Daging sapi murni masih di level Rp170.000 per kilogram, daging ayam ras Rp37.500 per kilogram, dan telur ayam ras Rp26.667 per kilogram, yang mengindikasikan pasokan protein hewani di Abdya masih dalam kondisi stabil.

Harga minyak goreng kemasan dan minyak goreng curah juga tidak bergerak, masing-masing di angka Rp25.000 dan Rp18.000 per kilogram. Stabilitas harga minyak goreng ini menjadi penyeimbang di tengah fluktuasi harga beras, sehingga beban belanja rumah tangga secara keseluruhan masih dapat terkendali meskipun ada tekanan dari kenaikan harga cabai.

Secara keseluruhan, data GPR Aceh per hari ini menunjukkan bahwa tren harga sembako di Abdya masih bersifat campuran dengan kecenderungan penurunan pada beras bersubsidi. Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan harga beras hari ini secara berkala, terutama menjelang akhir pekan ketika permintaan cenderung meningkat.