Harga Cabai Rawit di Abdya Merangkak Naik, Bawang Putih Ikut Tertekan
Harga cabai rawit merah di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mencatatkan kenaikan pada pantauan Kamis (9/7/2026), sementara komoditas dapur lainnya seperti bawang putih juga menunjukkan tekanan harga. Berdasarkan data resmi GPR Aceh, pergerakan harga sembako pada periode 7-8 Juli 2026 ini memperlihatkan dinamika yang perlu diantisipasi oleh para ibu rumah tangga di wilayah setempat.
|
| Ilustrasi harga cabai di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya. |
BLANGPIDIE - Data harga cabai rawit hari ini menunjukkan lonjakan signifikan dari Rp60.000 per kilogram menjadi Rp65.000 per kilogram. Kenaikan harga cabai rawit 1kg hari ini sebesar Rp5.000 tersebut menjadi perhatian utama karena cabai rawit merupakan salah satu bumbu dapur yang permintaannya cenderung stabil. Sementara itu, harga cabai merah hari ini untuk jenis cabai merah keriting justru bertahan di angka Rp45.000 per kilogram, tidak berubah dari hari sebelumnya.
Pantauan lebih lanjut terhadap harga cabai di Aceh hari ini juga mencakup komoditas cabai merah besar yang masih stagnan di level Rp38.000 per kilogram. Data harga cabai secara keseluruhan menunjukkan bahwa tekanan inflasi lebih terfokus pada segmen cabai rawit, sementara dua varian cabai merah lainnya belum mengalami perubahan harga. Pola ini mengindikasikan adanya faktor musiman atau distribusi yang memengaruhi pasokan cabai rawit di pasar Abdya.
Di luar komoditas cabai, harga bawang putih bonggol juga mengalami kenaikan dari Rp40.000 menjadi Rp45.000 per kilogram. Kenaikan ini berbarengan dengan penurunan harga bawang merah yang turun Rp2.000 menjadi Rp28.000 per kilogram, memberikan sedikit ruang napas bagi konsumen yang mengandalkan bawang merah sebagai bumbu utama. Fluktuasi harga pada dua komoditas bawang ini menambah dinamika belanja dapur warga Abdya.
Sementara itu, harga komoditas pokok lainnya seperti beras premium dan beras medium tercatat stabil masing-masing di Rp16.500 dan Rp14.000 per kilogram. Daging sapi murni, daging ayam ras, serta telur ayam ras juga tidak mengalami pergerakan harga, menandakan pasokan komoditas protein hewani masih dalam kondisi normal. Minyak goreng kemasan dan curah pun bertahan tanpa perubahan signifikan.
Stabilitas harga pada sebagian besar bahan pokok ini menjadi kabar positif di tengah kenaikan harga cabai rawit dan bawang putih. Data resmi GPR Aceh menunjukkan bahwa dari 22 komoditas yang dipantau, mayoritas tidak bergerak, namun tekanan pada sektor bumbu dapur tetap perlu diwaspadai. Pedagang di pasar tradisional Abdya pun mulai menyesuaikan stok untuk mengantisipasi permintaan yang tetap tinggi.
Kenaikan tipis pada harga cabai rawit merah ini kembali mengingatkan bahwa dinamika harga sembako di Abdya masih rentan terhadap perubahan pasokan. Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam merencanakan belanja harian, terutama pada komoditas yang mengalami tren kenaikan. Pemerintah daerah diharapkan dapat terus memantau distribusi guna menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen.
Posting Komentar