check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Harga Cabai Rawit Merah di Abdya Tembus Rp60.000, Bumbu Dapur Kian Pedas

Harga cabai rawit merah di Kabupaten Aceh Barat Daya tercatat masih bertengger di level tinggi pada pantauan Rabu, 8 Juli 2026, mencapai Rp60.000 per kilogram. Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh GPR Aceh, harga cabai rawit hari ini tidak mengalami perubahan signifikan jika dibandingkan dengan harga pada hari sebelumnya, Selasa, 7 Juli 2026, yang juga berada di angka yang sama.

Dinamika Harga Cabai di Abdya
Ilustrasi harga cabai di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya.

BLANGPIDIE - Sementara itu, harga cabai merah hari ini untuk jenis cabai merah keriting tercatat sebesar Rp45.000 per kilogram, sedangkan cabai merah besar dibanderol dengan harga Rp38.000 per kilogram. Data harga cabai yang dirilis oleh sistem pemantauan GPR Aceh menunjukkan bahwa seluruh varian cabai tersebut tidak mengalami fluktuasi harga dalam rentang dua hari terakhir, mengindikasikan tren harga yang relatif stabil meskipun tetap membebani anggaran belanja rumah tangga.

Stabilitas harga cabai ini menjadi perhatian tersendiri di tengah dinamika harga komoditas lain yang justru menunjukkan variasi. Harga cabai rawit 1kg hari ini yang masih di atas Rp50.000 menjadikannya sebagai salah satu penyumbang inflasi bahan pangan di dapur warga Abdya, mengingat komoditas ini merupakan bumbu masak yang sulit digantikan. Para pedagang di pasar tradisional tampaknya masih menahan diri untuk tidak menaikkan harga lebih lanjut sembari mengamati pasokan dari petani lokal.

Di luar komoditas cabai, pergerakan harga bahan pokok lainnya juga patut dicermati. Harga daging sapi murni tercatat stabil di angka Rp170.000 per kilogram, sementara daging ayam ras berada di level Rp37.500 per kilogram, dan telur ayam ras dijual dengan harga Rp26.667 per kilogram. Data ini menunjukkan bahwa kebutuhan protein hewani masih berada dalam kisaran yang wajar dan tidak mengalami tekanan kenaikan yang berarti.

Kondisi berbeda terlihat pada komoditas minyak goreng yang menunjukkan disparitas harga. Minyak goreng kemasan premium dibanderol Rp25.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng curah lebih murah di angka Rp18.000 per kilogram, dan Minyakita yang merupakan program subsidi pemerintah dijual seharga Rp20.000 per kilogram. Ketersediaan Minyakita di pasaran menjadi salah satu faktor penahan laju kenaikan harga minyak goreng secara umum.

Untuk kebutuhan pokok lainnya, harga beras premium tercatat Rp16.500 per kilogram, beras medium Rp14.000 per kilogram, dan beras SPHP yang merupakan program stabilisasi harga berada di angka Rp13.000 per kilogram. Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih bonggol masing-masing tercatat Rp30.000 dan Rp40.000 per kilogram, menunjukkan bahwa bumbu dapur selain cabai juga masih berada di level yang relatif tinggi.

Secara keseluruhan, pantauan harga sembako di Kabupaten Aceh Barat Daya pada awal Juli ini menunjukkan pola yang cenderung stagnan dengan beberapa komoditas unggulan seperti cabai yang masih menjadi beban utama. Data dari GPR Aceh ini menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga menjelang akhir pekan, terutama dengan memastikan kelancaran distribusi pasokan dari sentra produksi ke pasar-pasar tradisional di Abdya.