Harga Daging Sapi Murni dan Ayam Ras di Abdya Stagnan, Cabai Merah Meroket
Pergerakan harga daging di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terpantau stabil pada Jumat ini, meskipun tekanan inflasi justru datang dari komoditas bumbu dapur. Berdasarkan data resmi GPR Aceh yang diperbarui pada 9 Juli 2026, harga daging sapi 1kg hari ini masih bertahan di angka Rp170.000 per kilogram, tidak bergerak dari posisi sehari sebelumnya. Sementara itu, harga daging ayam 1kg juga tidak mengalami perubahan, tetap berada di level Rp37.500 per kilogram.
|
| Ilustrasi harga daging di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya. |
BLANGPIDIE - Kestabilan harga daging ayam ras ini menjadi angin segar bagi konsumen di tengah fluktuasi harga komoditas lain. Pantauan menunjukkan bahwa harga daging ayam di Abdya masih berada dalam rentang yang terjangkau bagi daya beli masyarakat, tanpa ada gejolak pasokan yang signifikan. Untuk harga daging sapi setengah kilo, konsumen harus menyiapkan uang sebesar Rp85.000, mengingat tidak ada perubahan harga eceran di tingkat pedagang.
Di sisi lain, lonjakan harga justru terjadi pada komoditas cabai merah keriting yang melesat dari Rp45.000 menjadi Rp48.000 per kilogram dalam sehari. Kenaikan sebesar Rp3.000 ini cukup mencolok dan berpotensi menekan belanja dapur rumah tangga, terutama bagi mereka yang bergantung pada bumbu masak. Meski demikian, harga cabai rawit merah masih bertahan di level tinggi Rp65.000 per kilogram, sementara cabai merah besar tidak bergerak dari Rp38.000 per kilogram.
Komoditas pangan pokok lainnya seperti beras premium dan medium tercatat stabil di harga Rp16.500 dan Rp14.000 per kilogram. Namun, terdapat dinamika menarik pada beras SPHP yang justru mengalami penurunan tipis dari Rp13.000 menjadi Rp12.800 per kilogram, mengindikasikan adanya penyesuaian distribusi atau kebijakan harga eceran tertinggi. Sebaliknya, beras medium non-SPHP naik sedikit dari Rp15.000 menjadi Rp15.200 per kilogram, menunjukkan segmentasi pasar yang berbeda.
Bawang merah dan bawang putih bonggol tidak menunjukkan pergerakan berarti, masing-masing di angka Rp28.000 dan Rp45.000 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam ras masih bertahan di Rp26.667 per kilogram, memberikan alternatif protein hewani yang lebih murah dibandingkan daging ayam. Stabilitas harga minyak goreng kemasan dan curah di Rp25.000 dan Rp18.000 per kilogram turut membantu menahan laju inflasi bahan pokok di Abdya.
Secara keseluruhan, indeks harga sembako di Abdya pada pekan ini menunjukkan pola yang beragam, dengan protein hewani yang relatif tenang namun sayuran dan bumbu dapur mulai menunjukkan tekanan. Data GPR Aceh mengonfirmasi bahwa tidak ada gejolak pasokan daging sapi maupun ayam ras yang memicu kenaikan harga, sehingga konsumen masih bisa merencanakan belanja dengan tenang. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau rantai distribusi cabai merah agar lonjakan harga tidak berlarut-larut.
Dengan harga daging yang stagnan, masyarakat Abdya dapat mengalokasikan anggaran belanja lebih fleksibel, terutama untuk memenuhi kebutuhan protein harian. Namun, kenaikan cabai merah keriting menjadi sinyal waspada bagi ibu rumah tangga yang mulai merasakan dampaknya pada pengeluaran dapur. Pantauan harga dari GPR Aceh akan terus menjadi acuan bagi pedagang dan konsumen dalam mengambil keputusan transaksi di pasar tradisional.
Posting Komentar