check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Harga Gula Pasir di Abdya Stagnan di Rp20.000, Bawang Putih Justru Merangkak Naik

Pantauan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Aceh Barat Daya pada periode 7 hingga 8 Juli 2026 menunjukkan pergerakan yang beragam, dengan komoditas gula konsumsi tercatat stabil di tengah tekanan inflasi bahan pangan lainnya. Data resmi yang dirilis oleh GPR Aceh mengonfirmasi bahwa harga gula pasir 1kg di warung dan pasar tradisional Abdya masih bertahan di angka Rp20.000 per kilogram, tidak berubah sejak hari sebelumnya. Stagnasi ini memberikan sedikit ruang bernapas bagi ibu rumah tangga di tengah gejolak harga bumbu dapur yang mulai menunjukkan tren kenaikan.

Dinamika Harga Gula di Abdya
Ilustrasi harga gula di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya.

BLANGPIDIE - Meski harga gula naik tidak terjadi pada pekan ini, tekanan justru datang dari komoditas bawang putih bonggol yang melonjak signifikan. Berdasarkan data GPR Aceh, harga bawang putih bonggol tercatat naik dari Rp40.000 menjadi Rp45.000 per kilogram, mencatatkan kenaikan sebesar 12,5 persen dalam sehari. Kenaikan ini berpotensi mendorong biaya produksi usaha mikro kuliner di Abdya yang sangat bergantung pada bumbu dasar tersebut.

Sementara itu, komoditas cabai rawit merah juga ikut merangkak naik dari Rp60.000 menjadi Rp65.000 per kilogram, menambah beban belanja harian warga. Namun, kabar baik datang dari harga bawang merah yang justru mengalami penurunan sebesar Rp2.000, dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kilogram. Fluktuasi harga bumbu dapur ini menjadi perhatian serius karena sifatnya yang volatil dan langsung berdampak pada daya beli masyarakat.

Di sisi lain, harga kebutuhan pokok strategis seperti beras premium dan beras medium tercatat stabil di level Rp16.500 dan Rp14.000 per kilogram. Stabilitas harga beras ini menjadi penopang utama ketahanan pangan rumah tangga di Abdya, mengingat komoditas tersebut merupakan konsumsi pokok harian. Demikian pula dengan harga daging ayam ras dan telur ayam ras yang tidak bergerak, masing-masing di angka Rp37.500 dan Rp26.667 per kilogram.

Komoditas minyak goreng kemasan dan minyak goreng curah juga tidak menunjukkan perubahan harga, bertahan di Rp25.000 dan Rp18.000 per liter. Kondisi ini mengindikasikan bahwa distribusi bahan pokok di Abdya masih berjalan lancar tanpa gangguan pasokan yang berarti. Hanya saja, tekanan pada segmen bumbu dapur dan protein hewani tertentu perlu diantisipasi oleh pemerintah daerah.

Secara keseluruhan, indeks harga sembako di Kabupaten Aceh Barat Daya pada awal Juli ini menunjukkan pola divergen, di mana komoditas pangan pokok cenderung tenang sementara bumbu dapur mengalami gejolak. Data GPR Aceh menjadi acuan penting bagi dinas terkait untuk memantau rantai pasok dan melakukan intervensi pasar jika diperlukan. Masyarakat diimbau untuk tetap bijak berbelanja dengan memprioritaskan kebutuhan pokok yang harganya masih stabil.