check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Harga Minyak Goreng di Abdya Stagnan, Ikan Kembung Justru Terbang 12 Persen

Pergerakan harga minyak goreng di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada akhir pekan ini menunjukkan tren yang datar, namun kenaikan signifikan pada komoditas perikanan justru menjadi sorotan baru bagi daya beli masyarakat. Berdasarkan data pantauan resmi GPR Aceh pada periode 16 hingga 17 Juli 2026, harga minyak goreng hari ini untuk seluruh varian tercatat tidak mengalami perubahan dari hari sebelumnya.

Dinamika Harga Minyak Goreng di Abdya
Ilustrasi harga minyak goreng di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya.

BLANGPIDIE - Untuk kategori minyak goreng kemasan, harga masih bertahan di level Rp25.000 per kilogram. Sementara itu, harga minyak goreng curah yang menjadi andalan pelaku usaha mikro tetap stabil di angka Rp18.000 per kilogram. Stabilitas ini juga terlihat pada produk Minyakita yang dibanderol Rp20.000 per kilogram, memberikan sedikit ruang napas bagi konsumen di tengah fluktuasi harga bahan pokok lainnya.

Meskipun harga minyak goreng 1kg di Abdya cenderung stagnan, dinamika justru terjadi pada komoditas protein hewani. Ikan kembung yang sebelumnya dijual Rp40.000 per kilogram pada Kamis, melonjak menjadi Rp45.000 per kilogram pada Jumat, mencatatkan kenaikan sebesar 12,5 persen dalam sehari. Lonjakan ini cukup tajam dan berpotensi menggeser pola konsumsi rumah tangga yang biasanya mengandalkan ikan sebagai sumber protein utama.

Di sisi lain, harga daging sapi murni dan daging ayam ras masih bertahan di level tinggi masing-masing Rp170.000 dan Rp37.500 per kilogram. Telur ayam ras juga tidak bergerak dari posisi Rp26.667 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi di Abdya saat ini lebih banyak disumbang oleh sektor perikanan dan peternakan, sementara komoditas pokok seperti beras dan minyak goreng justru menunjukkan ketenangan.

Untuk komoditas bumbu dapur, harga cabai merah besar justru mengalami penurunan tipis dari Rp36.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Namun, cabai rawit merah masih bertengger di harga Rp80.000 per kilogram, menjadikannya salah satu penyumbang biaya dapur yang paling mahal. Sementara itu, bawang merah dan bawang putih bonggol masing-masing stabil di angka Rp28.000 dan Rp45.000 per kilogram.

Kestabilan harga minyak goreng curah dan kemasan di Abdya ini patut diapresiasi di tengah tekanan pasokan global yang kerap memicu gejolak. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau distribusi agar harga minyak goreng botol dan varian curah tetap berada dalam jangkauan daya beli masyarakat, terutama menjelang akhir pekan ketika permintaan cenderung meningkat.

Secara keseluruhan, indeks harga sembako di Abdya pada pekan ini menunjukkan pola divergen: komoditas strategis seperti minyak dan beras cenderung stabil, sementara komoditas segar seperti ikan dan cabai masih rentan terhadap guncangan pasokan. Pantauan GPR Aceh akan terus menjadi acuan bagi konsumen dan pedagang dalam menyikapi pergerakan harga ke depannya.