Harga Telur Ayam Ras di Abdya Stagnan, Beras SPHP Justru Turun Tipis
Pergerakan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada Selasa (7/7/2026) menunjukkan pola yang beragam, dengan komoditas telur ayam ras tercatat stabil di tengah tekanan inflasi yang melandai. Berdasarkan data resmi dari pantauan GPR Aceh, harga telur hari ini masih bertahan di angka Rp26.667 per kilogram, tidak berubah jika dibandingkan dengan harga pada perdagangan sebelumnya.
|
| Ilustrasi harga telur di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya. |
BLANGPIDIE - Angka tersebut mengonfirmasi bahwa harga telur 1kg hari ini belum mengalami goncangan berarti, meskipun permintaan di tingkat rumah tangga mulai meningkat memasuki pekan kedua Juli. Stagnasi harga telur ayam ras ini menjadi kabar baik bagi ibu rumah tangga di Abdya, mengingat komoditas protein hewani tersebut kerap menjadi barometer kestabilan pangan harian.
Sementara itu, dinamika justru terjadi pada kelompok beras. Harga beras SPHP tercatat mengalami penurunan dari Rp13.500 menjadi Rp13.000 per kilogram, sebuah relaksasi yang cukup signifikan di tengah musim paceklik. Namun, di sisi lain, beras medium non-SPHP justru menunjukkan kenaikan tipis dari Rp14.500 menjadi Rp15.000 per kilogram, mengindikasikan adanya pergeseran preferensi konsumen ke segmen harga yang lebih terjangkau.
Komoditas bumbu dapur seperti cabai merah keriting dan cabai rawit merah masih bertahan di level tinggi, masing-masing Rp45.000 dan Rp60.000 per kilogram. Kondisi ini menandakan bahwa tekanan harga pada kelompok bumbu belum mereda, meskipun pasokan dari sentra produksi dianggap masih lancar oleh para pedagang di pasar tradisional setempat.
Dari sisi protein hewani lainnya, daging ayam ras dan daging sapi murni juga tidak bergerak dari posisi sebelumnya, yakni Rp37.500 dan Rp170.000 per kilogram. Stabilitas harga daging ini turut menopang daya beli masyarakat, terutama menjelang akhir pekan yang biasanya diiringi peningkatan konsumsi lauk pauk.
Keseluruhan data ini menunjukkan bahwa inflasi pangan di Abdya pada awal Juli cenderung terkendali, dengan mayoritas harga komoditas utama tidak bergejolak. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau rantai distribusi, khususnya untuk komoditas telur dan beras, agar stabilitas harga tetap terjaga hingga akhir bulan.
Posting Komentar