Harga Tepung Terigu di Abdya Stagnan, Daya Beli Warga Teruji
Harga dua jenis tepung terigu di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terpantau stabil pada akhir pekan ini, meskipun tekanan inflasi dari komoditas pangan lain masih membayangi. Berdasarkan data resmi GPR Aceh yang dirilis untuk periode 11 hingga 12 Juli 2026, tepung terigu curah masih bertahan di angka Rp10.000 per kilogram, sementara tepung terigu kemasan tercatat sebesar Rp15.000 per kilogram.
|
| Ilustrasi harga tepung di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya. |
BLANGPIDIE - Stagnasi harga tepung ini menjadi angin segar di tengah gejolak harga bumbu dapur yang masih tinggi. Dalam daftar harga sembako hari ini, cabai rawit merah misalnya, masih bertengger di level Rp60.000 per kilogram, sementara cabai merah keriting dipatok Rp50.000 per kilogram. Kondisi ini membuat rumah tangga harus lebih cermat dalam mengatur belanja harian.
Perbandingan harga antara tepung curah dan kemasan menunjukkan selisih yang cukup signifikan, mencapai Rp5.000 per kilogram. Pedagang di pasar tradisional biasanya memanfaatkan tepung curah untuk kebutuhan industri rumah tangga skala kecil, seperti pembuatan kue tradisional, sedangkan tepung kemasan lebih banyak dipilih untuk konsumsi rumah tangga yang mengutamakan kepraktisan.
Di sisi lain, kestabilan harga tepung ini belum mampu meredam kekhawatiran pelaku usaha mikro di Abdya. Harga minyak goreng kemasan yang masih di angka Rp25.000 per liter dan gula konsumsi Rp20.000 per kilogram menjadi beban tambahan bagi para pengusaha gorengan dan roti yang sangat bergantung pada tiga komoditas tersebut.
Komoditas protein hewani juga menunjukkan tren harga yang cukup berat bagi kantong warga. Daging sapi murni dibanderol Rp170.000 per kilogram, sementara daging ayam ras berada di Rp37.500 per kilogram. Telur ayam ras yang menjadi alternatif sumber protein murah tercatat Rp26.667 per kilogram, masih dalam kisaran yang relatif stabil.
Data pantauan ini juga mencatat harga beras premium yang mencapai Rp16.500 per kilogram, sementara beras medium non-SPHP berada di Rp15.200 per kilogram. Keberadaan beras SPHP yang dipatok Rp12.800 per kilogram menjadi opsi penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk menekan pengeluaran pangan pokok.
Secara keseluruhan, pergerakan harga di Abdya pekan ini masih didominasi oleh tren stagnan pada komoditas tepung dan beberapa bahan pokok lainnya. Namun, lonjakan harga pada kelompok bumbu dan protein hewani menjadi sinyal bahwa tekanan daya beli masyarakat belum sepenuhnya mereda, sehingga diperlukan kewaspadaan dari pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan.
Posting Komentar