Harga Tepung Terigu di Abdya Stagnan, Beras Medium Mulai Bergerak Naik
Pergerakan harga bahan pokok di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada Sabtu, 11 Juli 2026, menunjukkan pola yang beragam, di mana harga tepung terigu justru stagnan di tengah adanya perubahan tipis pada komoditas beras. Berdasarkan data resmi GPR Aceh, harga Tepung Terigu Kemasan tercatat bertahan di angka Rp15.000 per kilogram, sementara Tepung Terigu Curah juga tidak bergerak dari posisi Rp10.000 per kilogram jika dibandingkan dengan harga hari sebelumnya.
|
| Ilustrasi harga tepung di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya. |
BLANGPIDIE - Kestabilan harga tepung terigu ini menjadi kabar baik bagi para pengusaha kuliner dan rumah tangga di Abdya, mengingat komoditas tersebut merupakan bahan baku utama untuk produksi mi dan aneka kue. Dalam daftar harga sembako hari ini, tidak ada tekanan pasokan yang menyebabkan lonjakan pada tepung, berbeda dengan sektor beras yang justru menunjukkan dinamika tersendiri.
Harga Beras Medium tercatat mengalami kenaikan tipis dari Rp13.900 menjadi Rp14.000 per kilogram, sementara Beras SPHP ikut merangkak naik dari Rp12.400 menjadi Rp12.800 per kilogram. Di sisi lain, Beras Medium Non SPHP justru mengalami penurunan harga dari Rp15.400 menjadi Rp15.200 per kilogram, menandakan adanya penyesuaian stok di tingkat pedagang.
Komoditas bumbu dapur seperti cabai dan bawang masih bertahan di level tinggi tanpa perubahan berarti. Cabai Rawit Merah masih dipatok di harga Rp60.000 per kilogram, sedangkan Cabai Merah Keriting dan Cabai Merah Besar masing-masing berada di angka Rp50.000 dan Rp35.000 per kilogram. Bawang Merah dan Bawang Putih Bonggol juga tidak menunjukkan pergerakan, berturut-turut di harga Rp28.000 dan Rp45.000 per kilogram.
Sektor protein hewani terpantau stabil, dengan Daging Sapi Murni yang tetap kokoh di harga Rp170.000 per kilogram dan Daging Ayam Ras di posisi Rp37.500 per kilogram. Harga Telur Ayam Ras juga tidak berubah, masih berada di angka Rp26.667 per kilogram, memberikan sedikit ruang bernapas bagi konsumen yang mengandalkan sumber protein alternatif.
Minyak goreng menjadi salah satu sektor yang paling tenang dalam pantauan kali ini. Minyak Goreng Kemasan dan Minyakita sama-sama bertahan di harga Rp25.000 dan Rp20.000 per liter, sementara Minyak Goreng Curah masih dijual seharga Rp18.000 per liter. Kestabilan harga minyak ini turut mendukung daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga beras yang masih terjadi.
Secara keseluruhan, dinamika harga sembako di Abdya pada pekan kedua Juli ini masih didominasi oleh tren stagnan pada sebagian besar komoditas, dengan pengecualian pada beberapa varian beras yang mengalami penyesuaian. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau distribusi tepung terigu dan beras agar pasokan tetap lancar, mengingat kedua komoditas ini menjadi penopang utama kebutuhan pokok warga.
Posting Komentar