check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Irigasi Patah, 10 Hektare Sawah di Gampong Paya Manggeng Terendam

Harapan puluhan petani di Gampong (Desa) Paya, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) di musim tanam tahun ini pupus. Karena, sedikitnya 10 hektare lahan sawah yang baru mulai ditanami berubah menjadi hamparan danau buatan akibat luapan air dari jaringan irigasi yang patah.

Irigasi Patah, 10 Hektare Sawah di Gampong Paya Manggeng Terendam
Kondisi sawah di Gampong Paya, Manggeng yang terendam akibat irigasi patah, Sabtu (17/7/2026).

BLANGPIDIE — Kerusakan terjadi pada saluran pengairan sepanjang 70 meter dari total 300 meter jaringan irigasi di lokasi setempat. Alih-alih mengalirkan air secara teratur ke petak-petak sawah, debit air justru meluap tak terkendali dan menenggelamkan jerih payah para petani yang baru memulai masa tanam.

Ironisnya, genangan air yang terlalu lama memicu ledakan populasi hama keong mas. Hama tersebut kini mulai menggrogoti dan merusak benih padi milik warga, menambah deretan kerugian yang harus ditanggung.

Sekretaris Desa (Sekdes) Paya, Zikri, Sabtu (18/7/2026) mengungkapkan bahwa kondisi ini membuat para petani di desanya berada dalam situasi yang sangat terjepit. "Kondisi di lapangan saat ini benar-benar memprihatinkan bagi para petani kami. Kerusakan irigasi ini terjadi di momen yang paling krusial, yaitu saat memasuki masa tanam," ujar Zikri dengan nada khawatir.

Menurut Zikri, patahnya saluran sepanjang 70 meter itu membuat air meluap tanpa arah dan menggenangi sekitar 10 hektare sawah warga. Dampak buruknya tidak berhenti pada banjir saja, karena lingkungan yang tergenang menjadi habitat yang sangat disukai oleh hama keong mas. Keong-keong itu kini berkembang biak dengan sangat cepat dan menyerang tanaman padi yang baru ditanam.

"Petani terancam gagal tanam bahkan sebelum musim benar-benar dimulai jika ini dibiarkan," tambahnya. Ia mewakili masyarakat tani di Gampong Paya berharap adanya langkah darurat dan perhatian serius dari Dinas Pertanian maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya.

"Kami mohon agar saluran yang patah ini segera diperbaiki. Jika ditunda-tunda, dampak kerugian ekonomi yang harus ditanggung oleh para petani kami akan jauh lebih besar," pungkas Zikri. Hingga saat ini, para petani setempat hanya bisa pasrah sambil melakukan penanggulangan seadanya, sembari berharap sisa bibit padi mereka selamat dari amukan hama keong di tengah rendaman air irigasi.



Editor: Muhammad