check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Jelang Perempat Final Piala Dunia 2026: Lionel Scaloni Bahas Soal Kesiapan Mental Argentina dan Ketangguhan Swiss

Menjelang laga krusial babak perempat final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina dengan Swiss. Pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, menghadiri konferensi pers resmi FIFA pada Sabtu, 11 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, Scaloni membeberkan berbagai aspek kesiapan timnya, mulai dari evaluasi performa, kondisi sang kapten Lionel Messi, hingga menepis isu miring seputar favoritisme.

Jelang Perempat Final Piala Dunia 2026: Lionel Scaloni Bahas Soal Kesiapan Mental Argentina dan Ketangguhan Swiss
Ilustrasi Pelatih Argentina, Scolani /abdyatimes

KANSAS CITY — Mengenai taktik dan komposisi tim, Scaloni mengisyaratkan tidak akan melakukan banyak perombakan besar. Ia menyatakan kemungkinan besar akan menurunkan susunan pemain yang serupa dengan pertandingan sebelumnya, meski ia tetap membuka diri terhadap potensi perubahan di menit-menit akhir berdasarkan kebutuhan strategi.

Secara keseluruhan, pelatih berusia 48 tahun tersebut mengaku puas dengan performa anak asuhnya sejauh ini. Walau mengakui masih ada beberapa kesalahan teknis minor yang harus segera dibenahi, Scaloni justru menyoroti aspek non-teknis yang menjadi modal utama skuadnya saat ini.

"Skuad saat ini memiliki kematangan mental yang lebih baik dibandingkan saat kami berada di Qatar," tegas Scaloni. Menurutnya, ketangguhan mental ini membuat para pemain tidak mudah goyah atau panik meskipun berada di bawah tekanan tinggi dalam pertandingan hidup-mati.

Selain taktik, keharmonisan internal tim juga menjadi kunci kekuatan Argentina. Scaloni menekankan pentingnya faktor kemanusiaan dan ikatan emosional antar-pemain yang dibangun di luar lapangan. Hubungan emosional yang kuat inilah yang dinilai membuat mereka tampil lebih solid dan tangguh saat bertarung di lapangan hijau.

Menghadapi Swiss, Scaloni enggan meremehkan lawan. Ia memuji Swiss sebagai tim yang sangat kompetitif, memiliki kekuatan fisik yang tangguh, serta tradisi sepak bola yang kuat di kancah Piala Dunia. Rasa hormat tinggi dialamatkan kepada sang lawan setelah Swiss mampu menyingkirkan tim kuat seperti Kolombia di babak sebelumnya.

Ketika ditanya mengenai kondisi megabintang sekaligus kapten utama mereka, Lionel Messi yang kini menginjak usia 39 tahun, Scaloni memberikan jawaban berkelas. Ia menegaskan bahwa faktor usia tidak mengurangi magis sang pemain. "Selama ia masih memiliki keinginan untuk bermain, Messi tetap menjadi pemain terbaik. Ia sangat menentukan bagi tim, dan keberadaannya selalu dibantu oleh sistem permainan tim yang solid," ujarnya.

Di akhir sesi, Scaloni juga memanfaatkan momentum tersebut untuk meredam opini publik yang menuduh adanya keberpihakan atau keuntungan khusus bagi Argentina di turnamen ini.