check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Kebangkitan Lukaku: Uji Ketajaman Lawan Spanyol di Perempat Final Piala Dunia 2026

Romelu Lukaku menikmati kebangkitan luar biasa di Piala Dunia 2026, setelah sempat diragukan akibat cedera panjang yang membatasi menit bermainnya di klub. Penyerang berusia 33 tahun ini justru menjadi sosok paling menakutkan di lini depan Belgia.

Kebangkitan Lukaku: Uji Ketajaman Lawan Spanyol di Perempat Final Piala Dunia 2026
Ilustrasi Romelu Lukaku /abdyatimes

LOS ANGELES — Kini, ketajamannya akan diuji dalam laga krusial perempat final melawan favorit juara, Spanyol.

Perjalanan Lukaku tidak dimulai dengan mudah. Pelatih timnas Belgia, Rudi Garcia, sempat berhati-hati dan tidak menurunkannya sebagai starter di awal fase grup demi pemulihan cedera. Namun, efek instan Lukaku langsung terasa saat ia menyelamatkan tim dari hasil minor melawan Mesir di laga perdana.

Puncaknya terjadi pada babak 16 besar saat Belgia melumat tuan rumah Amerika Serikat 4-1, dengan Lukaku menyumbang satu gol krusial. Statistik mencatatnya sebagai striker paling mematikan karena tingkat konversi peluang yang sangat tinggi, sering mencetak gol dari satu-satunya peluang bersih yang ia dapatkan. Ia juga mencatat sejarah sebagai satu-satunya pemain yang mencetak gol sebagai pemain pengganti dalam empat edisi Piala Dunia berturut-turut (2014–2026).

Kini, Belgia harus fokus menghadapi Spanyol di Los Angeles Stadium pada Sabtu, 11 Juli 2026 pukul 02.00 WIB. Laga ini menjadi benturan dua karakter permainan yang kontras, antara efisiensi Belgia dan penguasaan bola Spanyol.

Spanyol di bawah asuhan Luis De La Fuente melaju ke perempat final tanpa kebobolan sepanjang fase grup, setelah menggulung Austria 3-0 di babak gugur. Lini tengah La Roja yang dikomandoi Rodri, Pedri, dan Fabian Ruiz dikenal rapi dalam menjaga ritme permainan.

Meskipun Spanyol unggul dalam rekor pertemuan dengan 8 kemenangan dari 10 duel terakhir melawan Belgia, kubu Setan Merah tidak gentar. Kapten Youri Tielemans menegaskan bahwa kedalaman skuad Belgia adalah senjata utama untuk meredam agresivitas Spanyol.

Menjelang laga hidup-mati, Lukaku menyuarakan optimisme tinggi dan menegaskan kesiapan mental timnya. Ia menyatakan bahwa Belgia tidak datang ke perempat final untuk menyerah pada nama besar Spanyol.

"Kami tidak lolos ke perempat final untuk menyerah atau menganggap pertandingan melawan Spanyol sudah kalah sebelum bertanding. Kami sudah sangat siap menghadapi Spanyol," tegas Lukaku.

Dengan taktik serangan balik cepat andalan Rudi Garcia serta efisiensi mematikan Lukaku, Belgia memiliki modal lebih untuk menciptakan kejutan. Mereka siap menghentikan dominasi raksasa Eropa demi mengamankan tiket menuju semifinal.