check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Menatap Perempat Final Piala Dunia 2026: Swiss Usung Mentalitas Baru demi Redam Messi dan Argentina

Sesi konferensi pers resmi jelang laga krusial perempat final Piala Dunia 2026 antara Swiss dan Argentina telah digelar hari ini, Sabtu (11/7/2026). Disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi FIFA, pelatih kepala Swiss, Murat Yakin, bersama sang kapten, Granit Xhaka, memaparkan kesiapan timnya dalam menghadapi sang juara bertahan demi mengamankan tiket ke semifinal.

Menatap Perempat Final Piala Dunia 2026: Swiss Usung Mentalitas Baru demi Redam Messi dan Argentina
Ilustrasi Pelatih Swiss, Murat Yakin /abdyatimes

KANSAS CITY — Menghadapi kekuatan besar Argentina yang dimotori oleh Lionel Messi, kubu Swiss menegaskan tidak akan mengandalkan pengawalan individu secara khusus. Sebaliknya, kolektivitas tim menjadi kunci utama yang ditekankan. Swiss berkomitmen bermain solid sebagai satu kesatuan yang disiplin guna membatasi ruang gerak serta meredam pengaruh magis Messi di lapangan hijau.

Kapten tim, Granit Xhaka, membawa pesan penuh rasa percaya diri dan ambisi besar. Menolak terjebak dalam bayang-bayang masa lalu, Xhaka merefleksikan kembali memori pertemuan kedua tim di Piala Dunia 2014 silam. Menurutnya, skuad Swiss saat ini dihuni oleh generasi yang sangat berbeda dengan kekuatan mentalitas baru yang jauh lebih matang. Swiss datang ke babak delapan besar ini bukan sekadar untuk berpartisipasi, melainkan dengan ambisi melangkah lebih jauh di turnamen.

Kendati demikian, persiapan Swiss sedikit terganggu oleh kabar kurang baik dari ruang medis. Tim pelatih mengonfirmasi bahwa penyerang muda Johann Manzambi dipastikan absen dalam laga esok hari akibat mengalami masalah cedera lutut.

Di sisi lain, faktor non-teknis seperti adaptasi cuaca ekstrem di Amerika Utara tidak ingin dijadikan alasan oleh skuad asuhan Murat Yakin. Mereka menegaskan bahwa bisa menembus fase perempat final adalah sebuah hak istimewa yang luar biasa, sehingga kondisi iklim sama sekali tidak boleh mengurangi fokus fisik maupun mental para pemain.

Xhaka juga sempat membagikan antusiasmenya mengenai atmosfer turnamen di Amerika Serikat dan Kanada. Berbicara mengenai pengalaman mereka di Kansas City, gelandang berpengalaman tersebut mengaku sangat terkesan setelah sempat bertemu dengan legenda tim NFL, Kansas City Chiefs, dan menyatakan kekagumannya terhadap kualitas organisasi, lapangan, serta megahnya stadion yang akan menjadi arena pertempuran hidup-mati esok hari.

Pertandingan perempat final ini diprediksi akan berjalan sengit. Swiss, dengan organisasi permainan kolektif dan mentalitas barunya, siap memberikan kejutan besar untuk menumbangkan Argentina.