check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Pemkab Abdya Dorong Akreditasi Dayah: Mutu Pendidikan dan Tata Kelola Jadi Fokus Utama

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dayah melalui percepatan akreditasi bagi seluruh pesantren. Langkah ini dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah dayah yang belum memiliki status akreditasi, sementara sebagian lainnya masih memperoleh nilai yang belum memenuhi harapan.

Pemkab Abdya Dorong Akreditasi Dayah: Mutu Pendidikan dan Tata Kelola Jadi Fokus Utama
Para Pimpinan Dayah dan Pesantren di kabupaten Abdya sedang mengikuti Pembekalan Akreditasi di Aula Mesjid Agung Baitul Qhafur.

BLANGPIDIE — Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembekalan akreditasi dayah yang digelar Dinas Pendidikan Dayah Abdya di Aula Masjid Agung Baitul Ghafur, Selasa (30/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 pimpinan dayah dan pesantren dari seluruh Kabupaten Abdya sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola lembaga pendidikan Islam di daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Abdya, Tgk Junaidi Abdullah, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan jumlah dayah yang terakreditasi sekaligus memperbaiki nilai akreditasi bagi lembaga yang telah memperoleh status akreditasi. "Tujuan akreditasi ini agar dayah di Abdya yang belum terakreditasi bisa segara mendapat status akreditasi," kata Junaidi.

Ia menjelaskan, hingga saat ini masih terdapat sejumlah dayah yang belum memiliki akreditasi. Di sisi lain, beberapa dayah memang telah terakreditasi, namun masih berada pada kategori penilaian yang rendah sehingga perlu dilakukan pembenahan secara menyeluruh. Melalui pembekalan tersebut, pemerintah daerah berharap para pengelola memahami seluruh instrumen penilaian akreditasi sehingga mampu meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga pendidikan masing-masing.

"Bagi dayah yang sudah memiliki akreditasi namun kelas atau grade-nya masih rendah, kita berharap nilai akreditasi dayah dapat meningkat, misalnya dari peringkat D ke C, atau C ke B. Dengan begitu, dayah di Abdya akan lebih mampu bersaing di tingkat provinsi," ujarnya.

Menurut Junaidi, peningkatan mutu pendidikan dayah tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah. Peran aktif pengelola dalam memperbaiki administrasi, manajemen kelembagaan, dan membangun kolaborasi dengan pemerintah maupun Kementerian Agama menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas sebuah dayah.

"Jangan hanya menyalahkan pemerintah daerah. Kita juga harus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan santri. Administrasi harus tertata, manajemen harus berjalan baik, dan kolaborasi yang kuat dengan pemerintah harus dibangun," ucapnya.

Ia menegaskan, Dinas Pendidikan Dayah Abdya akan terus memberikan pendampingan dan motivasi kepada seluruh pengelola dayah agar proses pembenahan terus berjalan dan tidak berhenti pada aspek administratif semata. 

"Dinas terus memberikan dukungan dan motivasi ini agar pengelola dayah lebih giat berbenah dan tidak jalan di tempat. Terlebih, status akreditasi menjadi indikator utama legalitas formal pesantren," tuturnya.

Akreditasi tidak hanya menjadi ukuran mutu pendidikan, tetapi juga menjadi syarat penting dalam pengurusan izin operasional, Surat Keterangan Terdaftar (SKT), serta membuka akses terhadap berbagai program bantuan pemerintah. Karena itu, kelengkapan administrasi menjadi aspek yang tidak dapat diabaikan oleh setiap lembaga pendidikan dayah. 

"Kalau administrasi sudah lengkap, izin operasional dan SKT sudah dimiliki, tentu akan lebih mudah memenuhi persyaratan dalam memperoleh berbagai bentuk dukungan serta menerima bantuan dari pemerintah daerah," terang Junaidi.

Upaya tersebut, lanjutnya, juga merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Bupati Abdya, Safaruddin, yang menempatkan penguatan pendidikan dayah sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. 

"Pak Bupati sangat antusias dan mendukung pengembangan dayah. Beliau berharap dayah di Abdya mampu bersaing di tingkat daerah maupun provinsi, sekaligus tetap menjadi garda terdepan dalam mempertahankan akidah ahlussunnah wal jamaah, sekaligus membentengi masyarakat dari pengaruh aliran yang menyimpang," pungkas Tgk Junaidi.