Pernah Jadi Wasit Pada Laga Kekalahan Argentina dan Kemenangan Spanyol : Slavko Vinčić Dipercaya FIFA Pimpin Final Piala Dunia 2026
Sorotan jelang final Piala Dunia FIFA 2026 tak hanya tertuju pada adu gengsi Spanyol dan Argentina, tetapi juga pada sosok pria yang akan meniup peluit pertama di laga paling bergengsi sepak bola dunia. FIFA resmi menunjuk wasit asal Slovenia, Slavko Vinčić, sebagai pengadil partai final yang akan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7). Penunjukan ini sekaligus menjadikan Vinčić sebagai wasit Slovenia pertama yang memimpin final Piala Dunia.
![]() |
| Ilustrasi Pertandingan Laga Final Piala Dunia 2026. |
ABDYA TIMES — Kepercayaan tersebut bukan tanpa alasan. Vinčić dikenal sebagai salah satu wasit paling berpengalaman di Eropa. Pria berusia 46 tahun itu telah memimpin sejumlah laga bergengsi, di antaranya Final Liga Europa 2022, Final Liga Champions UEFA 2024 antara Real Madrid melawan Borussia Dortmund, serta pertandingan-pertandingan penting di Piala Dunia 2022 dan Euro 2024. Di Piala Dunia 2026 sendiri, ia telah dipercaya memimpin beberapa pertandingan sebelum akhirnya ditunjuk untuk partai puncak.
Menariknya, rekam jejak Vinčić bersama dua finalis menghadirkan cerita berbeda. Spanyol memiliki catatan positif setiap kali dipimpin wasit Slovenia tersebut. La Roja belum pernah menelan kekalahan di bawah kepemimpinannya, sehingga sebagian media Spanyol menyebut penunjukan ini sebagai pertanda baik bagi tim asuhan mereka.
Sebaliknya, bagi Argentina, nama Vinčić mengingatkan pada kekalahan mengejutkan 1-2 dari Arab Saudi di laga pembuka Piala Dunia 2022. Meski demikian, sejak saat itu Albiceleste juga pernah meraih hasil positif dalam pertandingan lain yang dipimpinnya, sehingga tidak ada bukti statistik yang menunjukkan keberpihakan sang pengadil.
Kini, di hadapan puluhan ribu penonton di stadion dan ratusan juta pasang mata di seluruh dunia, Slavko Vinčić mengemban tugas berat: memastikan final antara Spanyol dan Argentina berjalan adil, tegas, dan bebas dari kontroversi. Di laga yang dipenuhi bintang, tekanan terbesar mungkin bukan hanya berada di pundak para pemain, tetapi juga pada pria yang memegang peluit di tengah lapangan. (HK)

Posting Komentar