check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Proyek Jembatan Mancang Riek Kembali Digarap Setelah 10 Tahun Terbengkalai

Setelah hampir satu dekade terbengkalai, pembangunan Jembatan Mancang Riek di Gampong Tangan-Tangan Cut, Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) akhirnya kembali digarap pada pekan ini.

Proyek Jembatan Mancang Riek Kembali Digarap Setelah 10 Tahun Terbengkalai
Dinas PUPR Aceh Barat Daya (Abdya) meninjau lokasi pembangunan jembatan Mancang Riek, Gampong Tangan-Tangan Cut, Kecamatan Setia, Kabupaten Abdya, Senin (6/7/2026).

SETIA — Jembatan yang menjadi akses vital penghubung empat desa—Lhang, Ujong Tanoh, Tangan-Tangan Cut, dan Mon Mameh—sangat dinantikan warga untuk menunjang mobilitas harian dan pemulihan ekonomi antar-kecamatan.

Proyek ini pertama kali dirancang pada 2017 dan tiang pancang sempat berdiri. Namun, pembangunan tiba-tiba dihentikan dan anggarannya dialihkan ke wilayah lain tanpa kejelasan.

Pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya memastikan kelanjutan proyek ini pada tahun anggaran 2026.

Kepala Bidang Bina Marga PUPR Abdya, Darma Musliandi, mengatakan bahwa tahun ini fokus utama adalah pembangunan struktur abutment atau kepala jembatan dengan anggaran Rp1,3 miliar dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

"Pembangunannya pekan ini dengan sumber anggaran DOKA sebesar Rp1,3 miliar lebih," ujar Luken, sapaan akrab Darma Musliandi, kepada wartawan pada Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan proses serah terima lapangan atau Mutual Check (MC-0) kepada rekanan agar pengerjaan bisa langsung dimulai.

"Nanti kelanjutan badan jembatan yang diprediksi 40 meter panjangnya akan kita usulkan kembali pada tahun depan," pungkas Luken.

Sebagai bentuk keseriusan, Kabid Bina Marga bersama tim teknis telah turun langsung ke lokasi pada Senin (6/7/2026) untuk melakukan survei lapangan komprehensif dan memastikan keakuratan data perencanaan.

"Kami turun langsung bersama tim teknis untuk melihat kondisi riil di lapangan. Langkah awal peninjauan ini sangat penting agar seluruh proses perencanaan berjalan matang," ujar Luken.

Pemerintah berkomitmen penuh mengawal realisasi di lapangan agar pembangunan infrastruktur jembatan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga memiliki ketahanan struktur prima demi keselamatan masyarakat.