Putra Durian Jangek Susoh Tembus Komisi Informasi Pusat RI, Bukti Putra Abdya Mampu Bersaing di Panggung Nasional
Kabar membanggakan datang untuk Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Putra terbaik asal Gampong Durian Jangek, Kecamatan Susoh, Arman Fauzi, resmi terpilih sebagai Anggota Komisi Informasi Pusat (KIP) Republik Indonesia periode 2026–2030 setelah melewati proses seleksi nasional yang sangat ketat. Keberhasilan tersebut sekaligus menempatkan nama Aceh, khususnya Abdya, di jajaran pengambil kebijakan pada salah satu lembaga negara yang mengawal keterbukaan informasi publik.
![]() |
| Ilustrasi Arman Faizi |
BLANGPIDIE — Lahir di Gampong Durian Jangek pada 10 April 1980, Arman menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 2 Susoh dan SMP Negeri 1 Susoh sebelum melanjutkan ke SMA Negeri 1 Blangpidie. Perjalanan akademiknya berlanjut di Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala dan kemudian meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Terbuka. Jejak pendidikan tersebut menjadi bukti bahwa anak dari pelosok daerah pun mampu menembus jabatan strategis di tingkat nasional melalui kompetensi, pengalaman, dan integritas.
Keberhasilan Arman bukan diraih secara instan. Ia harus bersaing dengan ribuan peserta dari seluruh Indonesia sejak tahapan administrasi, asesmen, wawancara, hingga uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR RI. Dari ribuan pendaftar, hanya tujuh orang yang akhirnya dipercaya menjadi Anggota Komisi Informasi Pusat periode 2026–2030, dan Arman menjadi satu-satunya representasi Aceh yang berhasil lolos hingga tahap akhir.
Dalam pemaparan visi saat mengikuti fit and proper test, Arman menegaskan komitmennya terhadap penguatan demokrasi melalui keterbukaan informasi. Ia menyatakan, "Komisi Informasi harus menjadi institusi yang mampu memperkokoh persatuan bangsa, mengawal demokrasi, serta menjamin hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar dan berkualitas." Pernyataan tersebut mencerminkan arah pengabdiannya dalam memperkuat transparansi dan pelayanan informasi publik di Indonesia.
Sebelum dipercaya di tingkat nasional, Arman memiliki rekam jejak panjang sebagai jurnalis, aktivis antikorupsi, konsultan pembangunan daerah, Komisioner hingga Ketua Komisi Informasi Aceh. Pengalaman itulah yang mengantarkannya memperoleh kepercayaan untuk mengemban amanah di tingkat pusat.
Bagi masyarakat Abdya, terutama Kecamatan Susoh dan Gampong Durian Jangek, capaian ini lebih dari sekadar keberhasilan pribadi. Ini menjadi bukti bahwa daerah yang selama ini dikenal dengan semangat gotong royong dan pendidikan mampu melahirkan sumber daya manusia yang diperhitungkan di tingkat nasional.
Prestasi Arman Fauzi diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Abdya agar terus berani bermimpi besar, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat integritas, dan aktif membangun daerah. Kesuksesan tidak selalu lahir dari kota-kota besar. Dari sebuah gampong di pesisir barat Aceh pun, seseorang dapat menembus lembaga negara dan membawa nama daerah menjadi kebanggaan Indonesia.
Hari ini, nama Durian Jangek tidak hanya dikenal sebagai salah satu gampong di Kecamatan Susoh, tetapi juga sebagai kampung kelahiran seorang putra daerah yang berhasil membawa semangat Abdya ke panggung nasional. Semoga langkah Arman Fauzi menjadi awal lahirnya lebih banyak tokoh nasional dari bumi Breuh Sigupai.(HK)

Posting Komentar