check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Warnai Libur Akhir Sekolah, Perpustakaan Gampong Tangah Abdya Diluncurkan

Warga Gampong Tangah, Kabupaten Aceh Barat Daya, memanfaatkan libur akhir sekolah dengan kegiatan positif. Peluncuran Perpustakaan Gampong Tangah berlangsung meriah dan disambut antusias masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.

Warnai Libur Akhir Sekolah, Perpustakaan Gampong Tangah Abdya Diluncurkan
Peserta kegiatan peluncuran Perpustakaan Gampong Tangah. Abdya Times

BLANGPIDIE — Acara peluncuran digelar oleh Kolaborasi Sigupai Mambaco, Keta Buku, dan Pustaka Desa Tangah di balai gampong. Kegiatan ini diisi dengan Mewarnai

Tujuannya agar anak-anak dapat mengisi waktu liburan dengan kegiatan bermanfaat dan menjauh dari gawai. Acara berlangsung pada Minggu (12/7/2026).

Kepala Gampong Tangah dalam sambutannya menyampaikan bahwa perpustakaan ini diharapkan menjadi pusat literasi dan titik kumpul masyarakat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. "Dengan adanya perpustakaan ini, anak-anak kita punya tempat untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan kreativitas. Ini langkah awal kita membangun generasi yang cerdas dan gemar membaca," ujarnya.

Suasana semakin meriah dengan penampilan siswa yang membacakan puisi dan lomba mewarnai.

Salah seorang siswa mengaku senang dengan adanya perpustakaan di gampong. "Seru, bisa baca buku, ketemu teman, dan main bareng. Semoga bukunya makin banyak," katanya.

Pihak penyelenggara berharap perpustakaan ini tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang untuk berkumpul, belajar keterampilan, dan mengakses internet. Ke depan akan ditambah program seperti kelas literasi, pojok baca, dan kerja sama dengan sekolah-sekolah di sekitar.

Peluncuran Perpustakaan Gampong Tangah ini menjadi penutup libur sekolah yang bermakna. Diharapkan dapat menumbuhkan minat baca anak dan menjadi awal gerakan literasi di tingkat desa.