Kader IMM Abdya : Fadhil Finalis Agam 2026, Misi Angkat Wisata Alam
Muhammad Fadhil, mahasiswa aktif sekaligus kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Aceh Barat Daya, berhasil menembus babak final pemilihan Agam (duta wisata) Aceh Barat Daya 2026. Pemuda berusia 20 tahun itu menegaskan bahwa langkahnya bukan sekadar mengejar gelar, melainkan upaya nyata mengangkat potensi wisata daerah ke level yang lebih luas.
![]() |
| Fadhil Finalis Agam Duta Wisata Aceh Barat Daya. Abdya Times |
BLANGPIDIE — Fadhil, yang tengah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Aceh Barat Daya jurusan Pendidikan Agama Islam, mengaku memanfaatkan ajang ini sebagai wadah produktif. "Saya ingin membawa hobi saya yang saya cintai ke arah positif. Bukan sekadar menikmati keindahan alam untuk diri sendiri tetapi turut memperkenalkan, menjaga dan mempromosikan wisata Aceh Barat Daya agar semakin dikenal luas," ujarnya Jum'at (28/8/2026).
Kecintaannya pada alam menjadi motor utama keikutsertaannya. Fadhil mengaku kerap menghabiskan waktu dengan berkemah di tepi sungai, menikmati senja di pantai, hingga mendokumentasikan air terjun dan hamparan sawah hijau di penjuru Abdya. Hobi itu, kata dia, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kesehariannya sejak lama.
Di balik aktivitas akademik dan organisasi, Fadhil juga tercatat aktif di keluarga besar IMM Abdya. Organisasi itu disebutnya menjadi ruang pembinaan karakter selama kuliah. Dalam berbagai dokumentasi, ia terlihat mengikuti refleksi milad dan rapat kerja bersama sesama kader, menunjukkan komitmennya di luar bidang pariwisata.
Video perkenalan yang diunggah Fadhil menampilkan potret Abdya dari udara. "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saat ini saya mahasiswa aktif di STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya jurusan pendidikan agama Islam," sapanya membuka video. Masjid berkubah warna emas, aliran sungai, sawah hijau, hingga hutan lebat terlihat jelas, merepresentasikan kekayaan daerah.
Melalui ajang Agam 2026, Fadhil ingin menegaskan identitas daerahnya. "Aceh Darussalam kebudayaan tradisi bangsa, dan syariat Islam modal utama," tulisnya dalam narasi video, menegaskan bahwa budaya dan nilai keislaman menjadi fondasi pengembangan wisata Abdya. Ia berharap kehadirannya bisa menginspirasi generasi muda lainnya untuk bangga pada potensi lokal.
Baginya, kemenangan bukan tujuan akhir. "Keikutsertaan ini adalah cara saya memperkenalkan keindahan alam Abdya yang belum banyak diketahui publik," tegas Fadhil. Aktivitas lapangannya, mulai dari mendaki hingga berkeliling desa, ia jadikan bukti nyata bahwa wisata daerah bisa dirawat dan dipromosikan dengan cara sederhana namun berdampak.
Dengan semangat itu, Fadhil optimistis mampu bersaing di tingkat final dan membawa nama harum Aceh Barat Daya. Ajang pemilihan Agam tahun ini diyakini menjadi momentum strategis bagi generasi muda untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah, khususnya sektor pariwisata yang selama ini belum tergarap maksimal.

Posting Komentar